Wednesday, September 20, 2006

SEMOGA

SEMOGA….

Disaat engkau terjerat dalam sebuah rasa rindu yg dalam kepada yang engkau cintai,
yang ada hanya angan-angan panjang yang menyesakkan seluruh jiwa.
Kadang kau ingin terbang jauh bersanding bersama angan itu,
pergi ke suatu tempat dimana tak ada lagi kerinduan yg semu.
Kesabaran yang engkau peluk erat dalam dirimu kadang terlepas dari rengkuhan tanganmu karena engkau tertidur dalam kelelahan.
Lelah menunggu sesuatu yang abstrak,
yang engkau sendiri tak mampu menggambarkannya,
bahkan langit seluas itupun tak mampu menemukan tempat abstrak itu.

Semoga kesabaranmu tidak membuat lelah tetapi…
menjadikan engkau kuat dan bersyukur ....

Monday, June 27, 2005

hallo

hallo...naia lagi di ulang taunnya temen nih, keren ngga senyumnya?




Image hosted by Photobucket.com

Wednesday, June 22, 2005

Abis mandi

Bunda cepet bajuin aku...dingin neh




Image hosted by Photobucket.com

Tuesday, June 21, 2005

Gigiku

Horeeee...naia punya gigi,meskipun baru 3 biji tapi lumayan bisa gigitin kerupuk ama hp Ayah sampe rusak ngga ada suaranya




Image hosted by Photobucket.com

Bila Ibu Boleh Memilih

Bila Ibu Boleh Memilih -


Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu
kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus
berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia
sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah
malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan
tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...

Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004

Setelah baca puisi ini...duh jadi kangen ama Naia....kangennnnnnnn banget gila.

(MuchLove...Bunda)

Thursday, June 09, 2005

naia mau pergi

Naia mau jalan-jalan ke rumah nenek ama ayah & bunda, sebelum pergi berdo'a dulu, Bismillahirahmaanirrahim....
Image hosted by Photobucket.com

Wednesday, June 08, 2005

Naia pengen ikut Bunda....

Seperti biasa jam 5 subuh Naia udah nangis minta susu, sambil ngantuk2 gitu gw ngambil botol minumnya, meracik campuran susu & aer hangat...susunya udah siap naia malah tidur lagi sambil ngemot 2 jarinya, ya udah gw pangku aja sambil gw cium eh dia malah nyengir tapi matanya tetep merem....cantik banget.
Susu nya diminum juga abis lagi....udah minum susu seger deh dia,trus langsung nunjuk ke TV minta nonton Dora. Naia nonton ama pengasuhnya gw mandi...setelah mandi trus dandan & sarapan, Naia pengen ikut makan...sambil ngedeketin gw gitu trus bilang..mamam..mamam.….lucu banget.
Semua udah beres jam 7 kurang 1/4 gw harus ke kantor. Gw gendong Naia sampe halaman depan...dia ngga mau lepas malah meluk gw erat bangettt...gw jadi ngga tega, gw panggil pengasuhnya dia malah ngedadahin berasa mau pergi aja tuh bocah,akhirnya dia mau lepasin pelukannya dengan terpaksa...matanya sedih,dengan berat hati gw pergi juga....dia ngeliatin seakan2 ngga rela Bundanya pergi tanpa dia...
Naiaku sayang, Bunda ntar sore pulang dengan membawa rasa rindu yang banyak..sebanyak nafas makhluk hidup yang ada di bumi ini……


(MuchLove…Bunda)

Tuesday, May 31, 2005

Pendidikan Anak

ETIKA RUMAH TANGGA AHLUL BAIT NABI
DALAM HAL PENDID1KAN ANAK

Dalam buku "The Family of Islam', Sayyid Akhtar Radhawi mengutip sebuah hadits, bahwa Rasulullah saaw. bersabda kepada Ali as., "Wahai Ali, hak-hak anak yang diwajibkan atas orang tua adalah sebanyak hak orang tua yang diwajibkan kepada anak-anaknya"
Pendidikan dan pembinaan mental anak adalah hal yang sangat penting. Untuk itu semua, kasih sayang orang tua yang alami adalah jaminan yang cukup bagi terselenggaranya pemeliharaan dan kesejahteraan pendidikan anak-anak.
Allamah AI-Majlisi ra. dalam kitab "Tanbihul Bihar" menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pendidikan anak-anak.

1.Tujuh tahun pertama, sebaiknya anak dibebaskan bermain. Tujuh tahun kedua, anak
seharusnya diajari membaca dan menulis. Tujuh tahun ketiga, anak seharusnya diajari tentang hak dan batil. Rasulullah saaw. bersabda, "Anak adalah majikan selama tujuh tahun (tahap pertama), hamba selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua), dan menjadi menteri selama tujuh tahun berikutnya (tahap ketiga). Bila ia pada usia 21 tahun menunjukkan sifat yang baik, maka ia adalah anak yang baik. Kalau tidak, tinggalkanlah ia, karena (bila kamu masih meliharanya pada usia 21 tahun) berarti kamu telah melemparkan tanggung jawabmu kepada Allah".
Imam Ja'far Ash-Shadiq as. berkata "Biarkan anak-anakmu bermain sampai mencapai usia tujuh tahun (tahapan pertama), dan biarkan ia bersamamu (untuk belajar dan sebagainya) selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua) bila ia berhasil (dengan baik), kalau tidak maka tidak ada kebaikan padanya."
2.Pada usia enam tahun anak laki-laki tidak boleh tidur satu selimut dengan anak perempuan, usia tujuh tahun tidak oleh mencium wanita, dan usia sepuluh tahun tempat tidurnya harus dipisah dari tempat tidur anak perempuan.

3.Mencapai usia enam tahun, anak-anak perempuan tidak boleh dicium orang yang bukan muhrim dan tidak boleh duduk di pangkuan orang bukan muhrim.

4.Dalam usia dini ajarilah anak-anak tentang hadits dan tanamkan rasa cinta kepada Ahlil Bait Nabi saaw., serta ajarilah mereka membaca AI-Quran dengan baik.
Imam Ja'far Ash-Shadiq as. berkata, "Bergegaslah kamu dalam mengajarkan hadits kepada anak-anakmu sebelum mereka didekati kaum murjiah (kelompok yang sesat)."

5.Didiklah dan ajaklah mereka dalam perdagangan.
6.Ajarilah mereka berenang dan memanah.
7.Jangan membebani anak-anak dengan dengan tugas-tugas yang sulit.
8.Jika berjanji dengan mereka, tepatilah.
9.Ciumlah anak-anak anda, karena Allah menjanjikan pahala.
10.Bermainlah dengan mereka, seakan-akan anda masih anak-anak.
11.Jangan melakukan diskriminasi di antara mereka, kecuali karena.ilmu dan kebaikannya.
12.Cucilah wajah dan tangan-tangan mereka sebelum tidur malam.
13.Jika anda memberi hadiah untuk keluarga, utamakan anak-anak wanita dari pada anak-anak laki-laki.
14.Gembirakan dan ceriakan anak-anak anda.


Begitu katanya cara mendidik anak yang benar...moga-moga bermangpaat.

(MuchLove...BundaNaia)

DEAR AYAH.....

CINTAKU….
AKU MENCINTAIMU
SEPERTI AKU MENCINTAI HARI-HARIKU
KUSAMBUT PAGI DENGAN SENYUM KETULUSAN
KUJALANI SIANG HINGGA SENJA DENGAN PENUH KEIKHLASAN
DAN KUKUTUP MALAM DENGAN SEBAIT DO’A TERIMA KASIH

(MuchLove...BUNDA)

Malaikat Kecilku

Ada malaikat kecil
yang selalu menyapaku dengan senyuman
Senyum magis yang mengetarkan seluruh kalbuku
Yang selalu menatap manja penuh harapan
Tatapan yang membuat air mataku menetes
Tetes bahagia…..
Tangisnya adalah nyanyian terindah yang pernah aku dengar
Tawanya membuat seluruh dunia ikut tertawa

Malaikat kecilku…
Jadilah manusia baik yang
Berakhlak mulia
Yang tunduk kepada Allah
Yang mencintai Rasul dan ahlulbaitnya sepenuh jiwamu

(MuchLove...Bunda)

Hidup Ini Adalah......

“Setiap nafas seseorang adalah langkah menuju ajalnya”
Satu kalimat indah dari seorang manusia suci Imam Ali Bin Abi Thalib as. sekaligus mengingatkan kita akan sebuah ajal.
Hidup ini memang terlalu indah untuk kita tinggalkan, kilauan dunia yang menggiurkan membuat kita enggan untuk beranjak. Tetapi apabila kita sadar sepenuhnya darimana kita berasal, untuk apa kita hidup dan akan kemana nanti setelah kita meninggalkan dunia ini, kita akan muak dengan dunia. Kita akan segera rindu dan tak sabar untk menggapai sebuah kehidupan yang abadi “ disana” kelak. Bermula dari titik kesadaran itulah kita menjalankan hidup yang fana ini.
Hidup ini akan menjadi sangat ringan apabila kita menjalaninya dengan memegang sebuah PETA yang HAQ dari Allah swt.
Kesedihan bukanlah sesuatu yang perlu kita tangisi dan kegembiraan bukanlah suatu hal yang perlu kita banggakan, semuanya fana, akan berakhir. Ada kebaikan dibalik semua itu, ada potensi hikmah yang patut kita gali dari semua kejadian yang menimpa kita.
Kadang aku selalu takut apabila sudah larut dalam sebuah tawa yang berlebihan, tawa membuat aku lebih waspada dibandingkan kesedihan. Aku juga tak tahu mengapa bisa begitu. Seperti cinta….cinta kepada pasangan, itupun membuat aku takut….takut aku terlalu mencintai. Melebihi kadar kecintaanku kepada yang HAQ….
Kekayaan, anak, istri dan kekuasaan semua adalah amanah dari Allah swt yang perlu kita jaga agar membawa berkah serta kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tetapi kadangkala kita lupa akan semua teori hidup ini, kadang kita terlena oleh semua nikmat yang telah Allah berikan. Pada satu masa kita meminta sesuatu , terus kita berdo’a dan Allah langsung memberikan apa yang kita minta itu, lalu kita menikmatinya tanpa bersyukur kepadaNya, tanpa sadar bahwa dibalik pemberianNya tersembunyi sebuah pesan dan ujian. Disaat semua milikNya itu diambil kembali oleh sang pemilik barulah kita sadar, sebenarnya kita ini tidak punya apa-apa, semuanya berasal dariNya, kita hanya seorang makhluk yang tak berdaya yang hanya mengaharapkan apapun dariNya.
Contohnya aku yang hina ini yang penuh dengan maksiat kepada Allah, tak henti-hentinya aku meminta sesuatu dariNya. Tapi ketika aku diberinya sesuatu itu aku lupa ada sesuatu yang tersimpan di balik pemberianNya. Aku terus saja berkutat dengan dunia yang fana ini , terus saja mengagumi dunia, sampai pada akhirnya Allah memberikan nasihat bijak lewat sebuah ujian…Subhanallah ….sungguh besar kasih sayang yang Allah berikan padaku, padahal aku ini apa sih ? aku hanya makhluk kecil yg selalu berbuat dosa. Rencana Allah memang selalu menakjubkan …